Itulah keuntungan menjelma menjadi manusia (Sudharta, 2009: 5). Agama adalah inner power atau tenaga dalam bagi pemeluknya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup (Agastia, 2006: 7). Agama dengan jelas telah memberikan hakikat hidup bagi manusia, yang sesungguhnya merupakan persoalan paling mendasar bagi manusia. Isa Al-Masih disebut Anak Allah karena Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia, yang melakukan karya penebusan, penyelamatan manusia dan menghapus dosa dunia (ayat 29). Dengan demikian setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih adalah Tuhan dan Juruselamatnya, sudah bebas dari ancaman hukuman api neraka jahanam.
Oleh karena itu akhlak menjadi sangat penting untuk ditanamkan, ditumbuhkan, dikembangkan hingga diamalkan dalam semua aspek kehidupan, sebab akhlak inilah yang menjadi tanda bahwa manusia benar-benar menjalankan tugasnya, baik tugas sebagai hamba maupun tugas sebagai khalifah Allah swt. di muka bumi ini.
Pencarian terhadap Tuhan d alam sejarah manusia menjadi wacana yang . Allah menjelma, sebagaimana . dalam kepercayaan Nasrani, Ia menjelma ke dalam diri Isa (Nata, 2012).
Saya tidak bermaksud jikalau Tuhan Yesus tidak menjadi manusia Dia tidak mungkin mengerti apa yang kita perbuat. Jikalau ini dikonfirmasikan, ini bahaya sekali. Apakah untuk mau mengerti kita maka Tuhan harus menjelma menjadi manusia? Tidak! Kalau demikian bila Tuhan ingin mengerti sapi, Tuhan harus menjadi sapi?
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
Berbicara tentang Realitas Tertinggi, yakni Tuhan, memang selalu menjadi diskursus manusia dari zaman ke zaman, tanpa mendapatkan kejelasan dari ketegasan kebenaran. Tuhan sebagai Realitas Tertinggi selalu menjadi milik semua manusia dalam segala zaman, meski dirumuskan dalam konsep yang berbeda.
Muliadi, hal pertama yang perlu Saudara pahami, bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang kemudian menjelma menjadi manusia. Allah adalah sumber hidup, Allah memiliki kuasa untuk mencipta dan menghidupkan. “Sesungguhnya manusia itu, walaupun bersatu padu, tidaklah sanggup menciptakan walau hanya seekor lalat pun” (Qs 22:73). Dalam diri Isa Al
Pasal 1—Mengajar dalam Perumpamaan. Dalam ajaran perumpamaan Kristus prinsip yang sama tampak sebagaimana di dalam tugas-Nya sendiri ke dunia ini. Supaaya kita dapat mengenal tabiat Ilahi dan kehidupan-Nya, Kristus menjelma menjadi manusia, dan tinggal di antara kita. Yang Ilahi dinyatakan dalam kemanusiaan; kemuliaan yang tidak kelihatan .
  • s25ziui9uv.pages.dev/57
  • s25ziui9uv.pages.dev/79
  • s25ziui9uv.pages.dev/327
  • s25ziui9uv.pages.dev/376
  • s25ziui9uv.pages.dev/149
  • s25ziui9uv.pages.dev/203
  • s25ziui9uv.pages.dev/171
  • s25ziui9uv.pages.dev/263
  • tuhan menjelma menjadi manusia